Promosi, Antara Berkah dan Azab yang pedih

Ilustrasi 
(Moslemzone.com) Promosi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menawarkan barang dagangan kepada calon pembeli.  Dalam mempromosikan suatu barang seharusnya di kemas semenarik mungkin. Tempat peletakan barang yang tetap dengan interior yang serasi  serta tertata dengan rapih dan teratur akan lebih menarik perhatian para pembeli.

Dalam mempromosikan barang dagangan kita seharusnya berhati-hati agar tidak keluar dari syariat, karena hal itu yang menentukan berkah tidaknya harta hasil dari barang dagangan kita.

Dari Abu Dzar bahwa Rasulullah Saw bersabda; “Ada tiga golongan yanng tidak akan diajak bicara  oleh Allah pada hari kiamat, dan Allah tidak mau melihat mereka dan tidak mau mengampuni mereka, bahkan mereka mendapat azab yang pedih.” Abu Dzar berkata: “Nabi Saw membaca ayat ini  samapai tiga kali.” Katanya; “Mereka itu menyesal dan rugi.” Lalu sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah Saw, siapakah mereka itu?” Jawabannya: “Orang yang melabuhkan kainnya, orang yang mengungkit pemberiannya dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

dalam hadits di atas kita hanya meyoroti kasus sumpah palsu dalam berdagang atau menjual dengan sumpah palsu. Betapa banyak kita temukan pengaplikasian sumpah palsu ini di masyarakat. Memberikan informasi yang salah adalah termasuk sumpah palsu karena ia memberikan keterangan yang tidak ia ketahui dengan hanya memiliki satu tujuan agar dagangannya laku. Hal itu adalah sesuatu yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Lebih jauh Rasulullah memberikan penjelasan mengenai sumpah palsu tersebut.

Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah Saw bersabda; “Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangan, lagi berusaha dengan cara tercela.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini dengan tegas menjelaskan bahwa sumpah palsu adalah usaha-usaha untuk melariskan barang dagangan dengan memberikan keterangan atau informasi yang palsu, atau dengan suatu perbuatan tercela. 

Melakukan penawaran dengan memberikan penawaran palsu termasuk kepada tiga golongan yang Allah telah mengancamnya dengan: pertama Allah tidak mau melihat pada golongan tersebut nanti di hari kiamat, kedua Allah tidak mau mengampuni dosa mereka. Dan pada akhirnya mereka akan mendapat azab yang pedih.

Dalam hadits yang lain Rasulullah memberikan ancaman sebagai berikut;

Dari Abu Qatadah ra, sungguh dia telah mendengar Rasulullah Saw bersabda; “ janganlah kamu berjual beli yang banyak sumpah, karena perbuatan semacam itu berarti berbuat nifaq, kemudian akan dihapuskan berkahnya.” (HR. Muslim)

Dalam berdagang mereka akan mendapatkan keberuntungan yang melimpah, tetapi tidak berkah. Berdagang dengan cara tipu daya akan dihapuskan keberkahannya oleh Allah.  

secara nominal mereka memang mendapat keuntungan tetapi tidak dapat  mencukupi kehidupannya. Mereka selalu merasa kurang dan kurang , dan inilah yang namanya “kehilangan berkah hidup”. Semoga Allah Swt senantiasa memberikan keberkahan hidup pada kita semua. Aamiin.

Penulis : Hendi Julian Nugraha
Editor   : Saepul Hayat

Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment