Belajar Dari Madrasah Gagak

https://www.google.com/
Pertemuan dan perpisahan-perpisahan kecil di dunia, adalah isyarat betapa tidak abadinya kehidupan. Kita perlu menyiapkan apa?

Saya ingin berkisah, pembunuhan Habil oleh Qabil bukan hanya menjadi pembunuhan pertama dalam kehidupan manusia. Lebih besar dari itu, kisah ini menjadi kisah tertua di planet bumi yang diabadikan oleh al-Quran.

Dalam KIKA (Kuliah Inspirasi Kisah al-Quran) yang saya berikan di banyak kantor dan masjid, ada satu pertemuan khusus yang membahas episode Burung Gagak dan Pemakaman, kuliah keenam dari seri “Belajar dari Qabil”.

Al-Quran merekam episode ini dengan lugas, sementara al-Quran sama sekali tidak bercerita tentang kesedihan seperti apa yang dirasakan oleh Hawa dan Adam selaku orang tua.

Terbayang kan bagaimana berkeping-kepingnya hati keduanya? Sejujurnya, sebagai orang tua, saya tidak tahu musibah apa yang lebih besar selain kehilangan anak. Tapi al-Quran amat padat dan terbatas, hanya memuat yang penting untuk menjalankan fungsinya sebagai huda (petunjuk), bayyinat (penjelasan), nur (cahaya/inspirasi), syifa (obat, terapi) dan fungsi besar lainnya.

Al-Quran justru bercerita makhluk kecil ‘tak penting’ burung gagak yang mengajari bagaimana menyikapi kematian, ketidakabadian, kesedihan dan penyesalan.

Hidup harus terus berjalan. Kita perlu kebijakan menguburkan masa lalu yang penuh kesedihan dan kealpaan. Kita masih harus meneruskan hitungan-hitungan masa depan demi kelangsungan peradaban.

Dalam kehidupan pribadi, keluarga, atau berbangsa, kita akan banyak kehilangan. Tetapi Allah mengirimkan kita burung gagak. Mengajari bagaimana kematian, kehilangan, perpisahan dan keluputan, tidak boleh menghentikan denyut cita-cita dan tugas besar kita di sini; beribadah, memakmurkan bumi, dan menjadi khalifah Allah di bumi.

Tugas-tugas ini amat besar, maka tak selayaknya dihentikan oleh hal kecil. Termasuk pertemuan dan perpisahan-perpisahan kecil.

(Faris BQ, motivator dan founder ImanPath Urban Muslim Life)
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

1 comments: