Sibuk Kuliah Pun Bukan Halangan Dalam Menghafal Al Qur'an

photo by Wijdi Atqiya
Ada banyak pendapat mengenai pengertian Al-Qur’an. Salah satunya ialah Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan secara berangsur-angsur melalui perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, untuk menjadi pedomaan hidup umat Nabi Muhammad.

Dalam Al-Qur’an terhimpun ayat, surah, kisah, perintah dan larangan serta menjelaskan kitab-kitab sebelumnya.
Hukum menghafal Al-Qur’an yakni fardhu kifayah. Dalam artian bahwa orang yang menghafal Al-Qur’an tidak boleh kurang dari jumlah mutawatir. Maksudnya, apabila dalam suatu masyarakat tidak ada seorang pun yang menghafal Al-Qur’an, maka berdosa semuanya. Namun, jika sudah ada, maka gugurlah kewajiban dalam masyarakat tersebut.

Sudah kita ketahui bersama bahwa menghafal Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah penghafal Al-Qur’an digolongkan sebagai orang-orang pilihan yang mulia bersama para Nabi dan syuhada, serta masih banyak lagi keutamaan-keutamaannya yang sangat baik dan bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang-orang sekitar kita.  Begitu pun sebaliknya, orang-orang yang melalaikan hafalan Al-Qur’an memiliki kerugian di antaranya sedikit kebaikan dan banyak keburukan.

Dalam menghafal Al-Qur’an kita harus memiliki niat ikhlas lillahi ta’ala tanpa ada maksud lain di dalamnya. Dengan niat yang ikhlas lillahi ta’ala in syaa Allah akan mengokohkan kita saat futur datang menerpa seorang penghafal Al-Qur’an.

Yang sekarang menjadi tantangan bahkan menjadi alasan orang-orang yang ingin menghafal Al-Qur’an ialah kesibukan. Misalnya, “kegiatan di kampus membuatku sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menghafal Al-Qur’an”.
Semua itu hanyalah sebuah alasan seseorang untuk menunda-nunda niat baiknya dalam menghafal kalam Allah yang mulia. Padahal sudah banyak buku tentang penghafal Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kemuliaan-kemuliaan para penghafal Al-Qur’an dan metode-metode dalam menghafal Al-Qur’an.

Banyak kisah orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan di antara mereka pun banyak yang memiliki kesibukan melebihi sibuknya orang-orang yang beralasan bahwa dia sibuk kuliah.

Ketika kita telah memiliki niat untuk menghafal Al-Qur’an kita perlu mengetahui amalan-amalan yang harus dilakukan oleh penghafal Al-Qur’an seperti memurnikan niat lillahi ta’ala, bersungguh-sungguh, dan lain sebagainya. Dan kita perlu tau apa saja keutamaan para penghafal Al-Qur’an agar ketika kita futur dapat mengingat bahwa kita memiliki beberapa keutamaan, sehingga dapat membangkitkan semangat dalam menghafal Al-Qur’an.

 yang perlu kita kejar dalam menghafal Al-Qur’an adalah ridha Allah. Mari jangan menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak menghafal Al-Qur’an. Karena menghafal Al-Qur’an akan menjadikan waktu kita berkah dan bermanfaat. (Nadia. A.Y)
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment