Islamlah yang Bisa Merebut Al-Quds!

http://samudra-spanyol.blogspot.co.id
Dengan adanya pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pengakuan Yerussalem sebagai ibukota Israel, tentu hal tersebut akan membuat umat Islam seluruh dunia merasa terpanggil. Bagaimana tidak, tragedi penistaan Islam yang dilakukan oleh Ahok di Jakarta beberapa bulan lalu mampu membuat umat Islam Indonesia berkumpul satu suara dalam menyuarakan keadilan, apalagi dengan perebutan Al-Quds oleh Israel, tentu hal tersebut bisa membuat umat Islam di seluruh dunia bersatu.

Tapi, bagaimana kita merebut kembali Al-Quds? Syekh Shalih Al-Utsaimin mengatakan, "tidak mungkin kita bisa merebut kembali Al-Quds kecuali atas nama Islam, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabat".  Kenapa harus atas nama agama Islam? Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai kaum muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Muslim akan memerangi Yahudi sampai orang yahudi itu bersembunyi dibalik batu dan pohon. Maka berkatalah batu atau pohon itu: “Wahai orang Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi dibelakangku, kemarilah dan bunuhlah" [H.R  Bukhori dan Muslim]

Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa pohon atau batu menunjukkan orang yahudi kepada orang muslim dengan panggilan "Wahai hamba Allah" (Yaa 'Abdallah), dan "Wahai orang Muslim" dengan nama Islam. Rasulullah pun mengatakan dalam hadits tersebut, bahwa yang memerangi kaum Yahudi adalah Umat Islam, bukan orang Arab. 

Maka oleh karena itu, Syaikh Utsaimin menegaskan bahwa kita tidak akan bisa menghabisi Yahudi atas nama Arab, tapi atas nama Islam. Allah Ta’ala berfirman;

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ (الأنبياء: 105)

“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur setelah tertulis di lauhil mahfudz bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Ku yang Shalih"  [Q.S Al-Anbiya': 105]. 

Dalam ayat disebutkan bahwa Allah mewariskan bumi ini kepada hamba Nya yang shalih. Jika kita termasuk hamba yang Allah sebutkan dalam ayat tersebut, maka Allah akan mewariskannya dengan mudah kepada kita tanpa harus bersusah payah. Kita tahu bahwa umat Islam dulu bisa memiliki Palestina  kareana agama yang mereka pegang. Umat Islam tidak akan mampu menguasai Ibu Kota Persia, Romawi dan Mesir kecuali dengan nama Islam. Seandainya pemuda-pemuda kita sadar bahwa tidak akan ada kemenangan  yang mutlak kecuali dengan Islam yang hakiki, bukan Islam yang hanya tertulis dalam KTP.

Negeri Syam tidak akan bisa kita rebut –khususnya Palestina- kecuali dengan apa yang telah dilakukan umat Islam zaman dahulu, seperti Umar bin Khatab yang memimpin bala tentaranya saat itu, dengan memberikan penanaman niat kuat bahwa mereka tidak berperang kecuali hanya untuk menegakkan kalimat Allah. Jika kaum Muslimin bisa mencapai hal itu, maka mereka juga akan mampu memerangi Yahudi sampai kaum kaum Yahudi bersembunyi dibelakang batu dan pohon sebagaimana yang dijelaskan pada hadits di atas.

Jika kaum Muslimin masih menganggap bahwa permusuhan terhadap Yahudi hanyalah urusan politik, maka umat Islam tidak akan pernah menang karena Allah tidak akan menolong kecuali yang menolong agama Nya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ * الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ (الحج: 40-41)

"…Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong Agama-Nya, Sungguh Allah Maha Kuat, Maha Perkasa. yaitu orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dan kepada Allah lah kembali segala urusan" [Q.S Al-Hajj: 40-41]. 

Coba kita tengok umat terdahulu, mereka memenangkan peperangan karena berpegang teguh pada tauhid, ikhlas karena Allah, dan taat  kepada Rasul. Mereka juga menjauhi hal-hal buruk, akhlak yang tercela, kemungkaran, dan taqlid kepada musuh. Tapi masalahnya sekarang, ada diantara orang-orang melihat bahwa mengikuti orang kafir merupakan sebuah kemuliaan dan kehormatan. Mereka melihat bahwa kembali kepada apa yang dilakukan para sahabat di zaman dahulu merupakan sebuah kemunduran. Terbukti apa yang dikatakan dalam al-Qur’an:

"Dan apabila mereka meliahat orang-orang mukmin mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat"  [Q.S Al-Muthaffifin; 32]

Wahai kaum muslimin, mari kita kembali membaca dan memperhatikan pada apa-apa terjadi dulu di zaman sahabat, sehingga kita bisa mengambil apa yang mereka pegang dengan kuat sampai Allah menetapkan kemenangan untuk kita. Kita sebagai umat Islam amesti memperingatkan diri kita dari kejahatan-kejahatan nafsu dan kejahatan-kejahatan orang-orang kafir. Kita meminta kepada Allah agar menetapkan untuk kita semua kemenangan dalam menolong agama Nya. 
(Kutub wa rasail Syaikh Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, jilid 8, hal. 117)
by: W. Atqiya
Editor: Zakaria
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment