KH Didin Hafidhuddin: Indonesia Warisan Dari Para Mujahid

KH. Didin Hafidhuddin saat mengisi acara Ijtima' Pimpinan Pesantren se-Indonesia di aula masjid Al-Furqan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/16). (Moslemzone.com/Zakarija)
Moslemzone.com - Beberapa waktu terakhir berkembang isu mengenai kemerdekaan Indonesia yang tak hanya diperjuangkan oleh umat Islam, hal ini mendapat bantahan langsung dari KH. Didin Hafidhuddin saat mengisi acara Ijtima' Pimpinan Pesantren se-Indonesia yang diseleggarakan di aula masjid Al-Furqan Dewan Da'wah Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/12/16) Siang.

“Sekarang ini ada upaya bahwa kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya karya perjuangan dari para ulama’, disebutkan dari agama-agama lain, padahal kita tidak pernah mengenal dalam sejarah. semua adalah para ulama,’ dan para kyai, dan para santri," ungkapnya.

Didin menegaskan bahwa perlawanan terhadap penjajah bukan sekedar panggilan ibu pertiwi, tetapi lebih dari itu, bagi dia penjajahan sendiri bertentangan dengan aqidah Islam.

"Mereka menganggap penjajahan bertentangan dengan aqidah, bukan semata-mata panggilan ibu pertiwi, akan tetapi panggilan aqidah Islam, maka mereka rela mengorbankan apapun termasuk jiwa dan raganya. Ini harus kita pertahankan bahwa Indonesia warisan dari para mujahid, para syuhada’, para alim ulama’, pimpinan pondok pesantren bahkan para santri.

Dia sendiri memaknai takbir Bung Tomo pada Peristiwa 10 November sebagai kalimat yang mampu menggentarkan umat Islam yang sedang berjuang.

"Teriakan Bung Tomo pada 10 November berkumandang dengan kalimat takbir Allahu Akbar, bukan dengan kalimat lain, karena yang mampu menggentarkan hati setiap orang yang beriman adalah kalimat tauhid, kalimat takbir, inilah yang coba dihilangkan pada saat ini," pungkasnya.

Reporter: Hidayatullah
Editor: Zakarija
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment