Setiap Hari 200 Anak Di Nigeria Terancam Mati Akibat Kelaparan

Foto www.mugtama.com
Moslemzone.com - Sebagaimana dikutip dari Mugtama, sekitar 200 anak berusia dibawah 5 tahun terancam kematian setiap harinya disebabkan karena kelaparan yang melanda pada wilayah tersebut. Dan di wilayah Timur Laut Nigeria menjadi wilayah yang rawan akan tindak kekerasan oleh Boko Haram. Jelas kelompok “Save the Children” pada hari senin (14/11/2016).

Dengan demikian, muncul angka baru yang menjelaskan bahwa sebagian anak-anak berusia dibawah 5 tahun dan para pengungsi Nigeria terserang gizi buruk.

Pemimpin organisasi Save the Children berkunjung ke Nigeria, tepatnya di sebuah pusat kesehatan di pinggiran kota Maiduguri ibukota Borno (utara), yang dijadikan tempat pelarian diri 1,5 juta penduduk, ketika terjadi perang antara tentara Nigeria melawan kelompok radikal Boko Haram.

Foote mengungkapkan: “Bahwa unit medis yang intensif mampu memuat lebih banyak energi, dan banyak sekali anak-anak yang membutuhkan pertolongan tersebut disebabkan karena gizi buruk yang harus segera ditangani.” Selain itu dia menambahkan dalam waktu dekat kita akan memperhatikan anak-anak yang mati karena kelaparan.

Pada awal bulan Juli, Foote memperingatkan UNICEF mengenai 250.000 anak berusia dibawah 5 tahun, bahwa mereka merupakan korban yang disebabkan karena faktor gizi buruk, dan di tahun ini mereka juga membutuhkan pertolongan di waktu yang akan datang terutama di wilayah Borno. Dan diantaranya terdapat 50.000 anak terancam mati apabila tidak segera diambil tindakan. Akan tetapi, saat ini jumlah korban meningkat sebesar 75 ribu anak.

Ketua Nigeria-Muhammah Bukhori menyatakan bahwa kelompok radikal Boko Haram kehilangan lahan besar yang dikuasai. Namun situasi tetap tidak stabil sampai ke bagian besar di Timur Laut dari Nigeria,

Boko Haram sendiri memimpin pemberontakan yang menyebabkan kematian lebih dari 20 ribu orang dan memaksa lebih dari 2,6 juta orang meninggalkan rumah mereka. Selain itu kelompok ini juga menculik ribuan wanita, anak-anak, dan juga kaum pemuda di Nigeria. (Anggun Sukma Faradilla)
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment