Makanan dan Minuman Para Penghuni Neraka



Foto ilustrasi www.jofads98.wordpress.com

Oleh: Ali Muhtadin (Alumnus Pesantren PERSIS Bangil)

Allah menciptakan segala sesuatu di muka bumi secara berpasang-pasangan. Ada siang dan malam, ada wanita dan pria, ada tinggi dan pendek serta yang lain sebagainya. Begitupun Allah menciptakan surga bersama neraka. Surga Allah ciptakan sebagai janji-Nya untuk tempat berkumpulnya orang-orang sholeh kelak di akhirat. Maka sebaliknya Allah menciptakan neraka sebagai tempat berkumpulnya orang-orang kafir dan orang-orang yang Allah kehendaki untuk masuk di dalamnya.

Tidak ada yang tahu bagaimana kelak kehidupan kita di akhirat. Begitupun juga tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kita nantinya baik di surga maupun di neraka. Hanya saja Allah SWT telah memberikan gambaran-gambaran apa yang akan terjadi di dalam surga dan neraka, baik itu disampaikan melalui Al-Qur’an maupun melalui sabda Rasulullah SAW.

Sebagai contoh, Allah SWT telah memberikan gambaran di dalam Al-Qur’an tentang apa yang nantinya akan dikonsumsi bagi penghuni neraka kelak. Allah SWT berfirman di dalam surat Ad-Dukhan bahwa minuman yang akan diminum kelak di neraka adalah air minum yang mendidih. Allah berfirman:

“Sesungguhnya pohon Zaqqum itu makanan orang yang banyak dosa. Ia seperti cairan yang mendidih di dalam perut.” (Q.S. Ad-Dukhan: 43-45).

Di lain ayat, Allah SWT memberikan gambaran yang serupa tentang minuman yang telah dijelaskan di dalam surat Ad-Dukhan, Allah berfirman:

“Mereka tidak akan merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapatkan minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai balasan yang setimpal.” (Q.S. An-Naba’: 24-26).

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jika natinya kita merupakan salah satu dari penghuni neraka. Kemudian minuman yang kita minum hari-harinya adalah sesuatu yang tidak masuk akal di dunia ini. Mengapa Allah memberikan gambaran demikian? Supaya orang-orang yang masih peduli untuk mentadabburi Al-Qur’an dapat mengambil hikmah dan menjadi kewaspadaannya dalam bertingkah dan berbuat dosa. sebab yang menjadi ukuran menjadi penghuni neraka adalah karena begitu beratnya dosa yang di pikul selama di dunia.

Lalu seperti apa nanti makanan yang akan di makan oleh penghuni neraka? Allah SWT juga telah begitu banyak memberikan gambaran di dalam Al-Qur’an, salah satunya telah Allah jelaskan panjang lebar di dalam surat As-Shaffat, Firman-Nya:

“Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon Zaqqum. Sesungguhnya kami jadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahannam. Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu. Mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian setelah memakan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.” (Q.S. As-Shaffat: 62-68).

Rentetan kronologi yang Allah sendiri gambarkan kepada umat-Nya khususnya. Mata kita memandang bahwa apa yang di dalam Al-Qur’an itu disebut sebagai makanan, sesungguhnya tidak lain hanyalah sebuah siksaan belaka. Makanan yang dalam hakikatnya adalah sebuah nikmat, kemudian di dalam neraka berubah menjadi adzab dan siksaan yang pedih. Tidak ada manusia di dunia ini mau menerima makanan yang seperti itu, dan sangat mustahil jika kemudian ada yang mengatakan mau dan siap untuk memakannya.

Sementara di dalam hadits Nabi SAW juga dijelasakan terkait makanan dan minuman para penghuni neraka. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits,

“Sungguh air panas itu benar-benar akan disiramkan ke atas kepala mereka, lalu air panas itu masuk menembus rongga perutnya hingga mengeluarkan semua isinya yang mencair sampai kedua kakinya, kemudian dikembalikan lagi seperti semula.” (H.R. Tirmidzi).

Semoga, kita menjadi hamba yang peka dan peduli terhadap segala hikmah yang terkandung di setiap Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga, apa yang menjadi sebuah larangan dan perintah kita bisa hindari dan lakukan. Karena modal untuk mendapat kenikmatan surga adalah Taqwa kepada Allah.
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment