Metode Luqman Al-Hakim Dalam Mendidik Anak

Foto ilustrasi www.pexels.com
Moslemzone.com - Islam selalu memberikan contoh kepada umatnya dalam memahami atau melaksanakan segala sesuatu. Dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta perbuatan Nabi itulah menjadi sebuah teladan bagi kita dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang telah Allah tentukan. Tidak hanya itu, nabi-nabi terdahulu pun telah memberikan teladan bagi umat Islam yang mana hal tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan pada zaman modern seperti saat ini. Salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah cara orang-orang terdahulu dalam mendidik anaknya.

Salah satu kisah terdahulu mengenai pendidikan seorang ayah terhadap anaknya digambarkan dalam Al-Qur’an adalah kisah dari orang bijak yang bernama Luqman Al-Hakim. Beliau mendidik anaknya secara primordial, yaitu bertahap. Tidak mendidik anaknya secara menyeluruh sehingga anaknyananti  tidak mengerti maksud dari apa yang diajarkannya. Tentunya tahapan itu merupakan tahapan yang tepat dan sesuai dalam skala Ilahiyah.

Luqman Al-Hakim terlebih dahulu mengajarkan anaknya mengenai kebesaran Allah Ta'ala sebagai Sang Pencipta segala sesuatu. Ini merupakan hal yang sangat pokok untuk memulai pendidikan seorang anak, khususnya dalam proses pembentukan karakter anak. Seorang anak terlebih dahulu harus mengetahui dan paham betul siapa pencipta dan siapa yang memberikan kehidupan bagi dia. Sehingga, seiring pertumbuhannya ia akan paham jalan dan arah yang seperti apa harus dia pilih. Meskipun secara fitrah seorang manusia yang terlahir di dunia ini lahir dengan membawa fitrah keimanannya, akan tetapi orang tuanyalah yang lebih menentukan arah lanjutan dari keimanan tersebut, apakah akan diubahnya ataukah akan dipertahankan hingga kelak anak itu tumbuh dewasa.

Di dalam surat Luqman, di situ dijelaskan bahwa Luqman Al-Hakim mengajarkan anak-anaknya agar terlebih dahulu mentauhidkan Allah Ta'ala. Artinya, pertama kali yang harus dipatuhi sebuah perintah adalah perintah Allah Ta'ala, Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman: 13)

Terdapat sebuah konsekuensi yang harus dilaksanakan oleh orang tua selama mendidik anak-anaknya. Terlebih dahulu anak harus diberikan pemahaman mengenai  mengenai keesaan Allah, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Dia.

Setelah masalah penting ini terpenuhi, barulah seorang anak itu diajarkan untuk patuh kepada kedua orang tuanya. Dididik bahwa berbakti kepada kedua orang tua juga merupakan kewajiban bagi seorang anak. Apa yang diperintahkan dan dilarang orang tua harus pula ditaati oleh anak selagi tidak bertentangan dengan apa yang diperintah dan dilarang Allah Ta'ala.

Seperti itulah teknik yang dicontohkan oleh Luqman dalam mendidik anaknya, sehingga bisa kita jadikan acuan dalam mendidik dan membentuk karakter anak kita. Di dalam ayat selanjutnya pada surat yang sama, Allah berfirman:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksa kamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka jangan lah engkau mematuhi keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kamu kembali, maka Ku-beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Luqman: 14-15)

bentuk pendidikan terhadap anak yang keliru adalah tatkala orang tua hanya mengajarkan anak-anaknya untuk berbakti kepada mereka saja. Sebab hal tersebut akan memberikan efek ketimpangan dalam beribadah kepada Allah Ta'ala. Lain halnya jika kita terlebih dahulu mengajarkan untuk patuh dan tunduk dengan segala macam perintah Allah, maka secara otomatis anak tersebut akan taat kepada kedua orang tuanya, karena berbakti kepada kedua orang tua juga merupakan bagian dari salah satu perintah Allah Ta'ala kepada hamba-Nya. (Ali Muhtadin)
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment