Merenungi Cara Komunikasi Seorang Ayah

Photo by www.pexels.com
Oleh: Saeful Rokhman Sirad, S.Kom.I (Pegiat Diskusi Community of Media Research)

Pernah mendengar ucapan seperti ini, "Kamu kok gak pinter-pinter ya? ngerjain soal begini saja gak bisa," Protes sang ayah kepada anaknya. Atau yang lebih ekstrim lagi, "Dasar bodoh, bego, pemalas" dan seterusnya.

Tahukah anda? Bahwa ucapan-ucapan semacam itu bisa membekas pada anak. Sang anak akan terus terngiang-ngiang bahwa dia adalah anak bodoh, bego, dan pemalas. Dalam kondisi lebih parah, anak perlahan atau cepat akan beradaptasi mengikuti apa yang ayah katakan.

Hal demikian dikenal dengan sebutan teori "Konsep Diri" dalam disiplin ilmu komunikasi. Sang anak akan melakukan "konsep diri" sesuai dengan apa yang orang lain katakan.

Wahai ayah, hati-hatilah dalam berucap! Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

"Dari Abu Hurairah -semoga Allah meridloinya-, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim).

Mengapa anak lebih dekat dengan ibunya tidak dengan ayahnya? Mungkin ada yang salah dengan komunikasi anda, wahai ayah. Anda begitu sibuk. Bahkan di rumah sekalipun, anda tidak punya waktu.

"Barang siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi".


Tataplah wajah anakmu itu. Dia sesungguhnya haus akan sentuhan ayah. Namun apalah daya, ayah sangat sibuk. Ayah lebih banyak menyentuh gadget daripada sekedar menyapa anaknya sendiri.

Minimnya komunikasi interpersonal itulah yang menjadi penyebab anak berjarak dengan ayah.  Ayah tidak hadir dalam kehidupan anaknya. Ayah tidak memiliki peranan penting, tidak lebih hanya sekedar pengamat bagi anaknya. Ayah tidak menyayangi, merangkul, mengayomi, mendidik, menolong dan seterusnya.

Astaghfirullah, padahal Allah Ta'ala menyajikan begitu banyak kisah teladan tentang kedekatan seorang Ayah dengan anaknya. Kisah Lukman dalam Al-Qur'an, Nabi Ibrahim dan putranya, dan masih banyak lagi kisah-kisah yang lain. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Barang siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi". (HR. Bukhari).

Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Redaksi

0 comments:

Post a Comment