Makanan-Makanan Favorit Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

image by alyaqza.com
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dikenal sebagai manusia yang sangat bersahaja dalam kehidupannya juga sederhana dalam makanan dan minumannya. Tahukah anda bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga punya makanan favorit?

Nah, berikut ini 3 makanan favorit Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang barangkali akan menjadi makanan favorit anda berikutnya:

1. Labu
image by i-exc.ccm2.net
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disebutkan menyukai labu. Dalam satu riwayat yang disebutkan oleh Imam Al-Bukhari bersumber dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu ia mengatakan: “Seorang penjahit mengundang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menikmati makanan yang ia buat, lalu aku pergi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, lalu aku melihat beliau memakan satu per satu labu yang ada di sekeliling nampan. Maka aku selalu menyukai labu sejak hari itu.”

Labu dalam bahasa arab disebut Ad-Dubba’ atau Al-Qar’u yang menurut Dr. Al-Hadi tumbuhan ini hanya tumbuh dengan baik di wilayah dengan cuaca yang panas. Labu juga memiliki beberapa nama populer di timur tengah di antaranya Al-Qar’u Al-Asali, Al-Qar’u Al-Istambuli atau At-Turki, juga Al-Qar’u Al-Ahmar atau Al-Qar’u Al-Malithi yang lebih dikenal dengan nama Al-Yaqthin seperti disebutkan dalam surah Ash-Shaffat ayat 146: “Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” Yaitu sebatang pohon labu untuk mencukupi kebutuhan Nabi Yunus yang baru saja dimuntahkan ikan paus karena pohon tersebut cukup baik untuk berteduh karena daun-daunnya yang rindang lagi lebar dengan tekstur yang kuat, dan uniknya tidak dihinggapi lalat.

2. Semangka
image by i-exc.ccm2.net
Perdebatan apakah semangka termasuk buah-buahan ataukah termasuk sayur-sayuran mulai banyak diperbincangkan di masa sekarang saat blog-blog personal memberikan paparan ringkasnya dari berbagai sudut pandang.

Bila merujuk kepada literatur klasik, Ibnu Qayyim dalam kitab Ath-Thibb An-Nabawi-nya telah mengklasifikasikan semangka sebagai salah satu jenis sayur-sayuran yang barangkali dilatarbelakangi cara tumbuhnya yang termasuk tumbuhan rambat seperti labu, melon dan mentimun.

Namun dalam ilmu botani dijelaskan lebih jauh bahwa yang disebut buah adalah semua bagian tumbuhan yang menjadi ovarium tempat pembuahan dan menjadi sumber penyebaran biji. Maka dari itu, menurut paparan ini semangka tergolong dalam buah-buahan.

Kembali kepada pembahasan kita, Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi telah meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasannya beliau dulu pernah memakan semangka dengan kurma muda dan bersabda: “Akan menolak panasnya ini (kurma) dinginnya ini (semangka) dan menolak dinginnya ini (semangka) panasnya ini (kurma).”

Diriwayatkan pula dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dulu pernah memakan kurma muda bersamaan dengan semangka.

Semangka dalam bahasa Arab popular disebut Al-Biththikh, namun di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih dikenal dengan nama Al-Khariiz.

Nah, sekarang perlu kita coba bagaimana rasanya sepotong kurma muda yang masih segar dengan sepotong semangka.

3. Mentimun Armenia
image by diggers.com
Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim sebuah hadits dari Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu Anhu, ia berkata: “Aku telah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sedang makan kurma muda dengan mentimun.” Sedang dalam satu riwayat yang disebutkan oleh Imam Ahmad digunakan susunan yang sedikit berbeda: “Sesungguhnya hal terakhir yang aku lihat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah pada salah satu tangannya kurma-kurma muda dan di tangannya yang lain mentimun, sedang belia memakan dari yang ini (kurma muda) dan menggigit dari yang ini (mentimun).”

Mentimun juga disebutkan dalam Al-Qur’an dalam firman Allah di surah Al-Baqarah ayat ke 61: “Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.”

Mentimun Armenia dalam bahasa arab mempunyai beberapa nama di antaranya Al-Qitstsa’, Al-‘Ajuur, Al-Qattah, Al-Faqus, Al-Muqni, Al-Qani yang kemudian masuk dalam spesies Al-Qar’u dan sepintas mirip dengan mentimun yang kita kenal hanya saja lebih panjang dan seringkali dimakan dalam keadaan mentah tanpa dimasak seperti halnya dimasukkan dalam resep-resep salad dan makanan bercuka.
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Fatahillah

0 comments:

Post a Comment