Bolehkah Menjamak Shalat Di Rumah Sebelum Bepergian?

(Image by aawsat.com)
Pertanyaan:

Assalamualaikum. Ustadz, saya mau tanya. Apa boleh shalat jamak taqdim dilakukan di rumah sebelum bepergian?

Bpk. Musawi – Malang

Jawaban:

Walaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, Washshalatu Wassalamu Ala Rasulillah Wa 'Ala Aalihi Washahbihi Wa Man Waalah, Amma Ba'du...

Para ulama telah menjelaskan beberapa syarat dari bolehnya shalat jamak dan juga shalat qashar bagi para musafir sebagai berikut:

1. Safar yang dilakukan haruslah safar yang tidak bertujuan maksiat.
2. Memenuhi jarak minimal safar.
3. Sudah melewati  rumah-rumah yang paling dekat dari kotanya.

Jika syarat-syarat ini terpenuhi maka diperbolehkan untuk jamak dan qashar. Jika belum terpenuhi, maka tidak dibenarkan secara syar’i.

Hal yang seperti ini bisa dirujuk kembali kepada apa yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat beliau hendak menunaikan haji.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا، وَبِذِي الحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ بَاتَ حَتَّى أَصْبَحَ بِذِي الحُلَيْفَةِ، فَلَمَّا رَكِبَ رَاحِلَتَهُ وَاسْتَوَتْ بِهِ أَهَلَّ»

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu ia berkata: “Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam shalat di Madinah empat rakaat dan di Dzul Hulaifah dua rakaat, kemudian beliau bermalam hingga masuk waktu pagi hari di Dzul Hulaifah. Maka saat beliau naik ontanya dan onta tersebut telah berdiri membawa beliau, maka beliaupun berihram.” (H.S.R. Al-Bukhari).

Dari hadits di atas bisa difahami bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam shalat Zhuhur di Madinah empat rakaat lalu beliau berangkat melalu jalur Dzul Hulaifah (sekitar 8 km dari batas kota Madinah) dan saat sampai di Dzul Hulaifah beliau shalat Ashar dua raka’at dengan cara qashar. Dengan demikian bisa disimpulkan tidak ada contoh menjamak atau mengqashar shalat saat masih di dalam kota atau masih di rumah sebelum berangkat safar karena jamak dan qashar adalah rukhshah yang dikhususkan hanya untuk para musafir.

Demikian, wallahu a'lam bish shawab.

Fatahillah, Lc.
(Pengampu mata kuliah Ushul Fiqh dan Qawaid Fiqhiyyah di Ma'had Ibnu Hajar Al-Asqalani Sukabumi)
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Fatahillah

0 comments:

Post a Comment